Arem-arem Mie Solusi Bekal yang Gurih dan Nagih!

     
beda arem-arem, lontong, lemper, ketupat dan buras

Arem-arem Mie Solusi Bekal yang Gurih dan Nagih!

“Bawa bekal arem-arem kayanya enak ya? Gak perlu mampir makan ke resto.” Kata seorang sepupu saat merencanakan perjalanan ke Surabaya. Usulan cerdas, gak perlu ngemil-ngemil gak jelas sepanjang jalan. Arem-arem lezat dengan isian daging dan sayuran yang lezat, sangat memenuhi kebutuhan gizi dan rasa kenyang.

Tapi ….., nah ini problemnya, tak seorang pun diantara kami yang pernah bikin arem-arem! Kakak saya dan saudara sepupu pengusul arem-arem, hanya suka bikin kue, keduanya enggan ribet. Saudara sepupu yang berdomisili di Semarang malah lebih parah, dia gak suka masak. “Masak air pun saya gosong,” katanya sambil tertawa.

Gimana dengan saya sendiri? Sama! Setiap melihat almarhum ibunda membuat arem-arem dan lemper, auto minder deh. Tangan beliau sangat cekatan, hasilnya rapi. Beda banget ketika saya mencoba, ‘pating pletot’ tak beraturan.

Namun ….saya jadi penasaran ketika melihat beberapa video YouTube yang menunjukkan betapa mudahnya bikin arem-arem mie. Segera saya memesan daun pisang ke tukang sayur, dengan tekad: “Kalau orang lain bisa, saya juga harus bisa!”

Wow …. Slebew!😀😀

Baca juga:
Leunca, Hidangan Lezat dari Tanah Pasundan

Sayur Lodeh untuk Pemula yang Maknyus Tenan!

Daftar Isi:

  • Arem-arem Mie, Berawal dari Rasa Penasaran
  • Beda Arem-arem, Lontong, Ketupat dan Buras
  • Resep Arem-arem Mie yang Gurih dan Nagih

Bukan tanpa sebab muncul obrolan via Whatsapp untuk merencanakan perjalanan ke Surabaya. Saya mupeng berat setelah membaca postingan teman-teman blogger yang tinggal di kawasan seputar Surabaya seperti Sidoarjo, Malang dan Lamongan, yang kerap menulis keunggulan daerahnya.

Salah satunya Fiona, Blogger Lamongan yang menulis tentang makanan khas daerah Lamongan. Duh ternyata banyak ya? Kirain di Lamongan hanya ada Soto Lamongan hehehe.

Kudet banget ya? Maklum dulu gak boleh kemana-mana. Serba dilarang. Sesudah lewat dua puluhan tahunan baru deh ketemu lagi dengan saudara sepupu. Padahal dulu, kami seperti tumbuh bersama. Walau beda kota beda provinsi, minimal setahun dua kali saya bertemu mereka.

Ups, sekian dulu curhatnya hehehe. Lebih baik kita ngobrol tentang arem-arem, camilan terbuat dari beras/nasi yang dibungkus daun pisang. Di dalam nasi ada isian seperti sambal goreng, tumisan daging manis dan tumisan oncom pedas, bisa ditebak yang terakhir ini khas provinsi Jawa Barat.

 

resep arem-arem mie


Beda Arem-arem, Lontong, Lemper, Ketupat dan Buras

Nama ‘arem-arem’ sangat khas Bahasa Jawa ya? Berbeda dengan  ‘lontong’ yang lebih menasional. Jadi, apa sih beda arem-arem, lontong, lemper, ketupat dan buras.
Penasaran akan jawabannya, saya browsing dan menemukan fakta-fakta berkut:

Arem-arem

Mirip dengan Kimbab (Korea) atau Onigiri (Jepang), arem-arem dikenal dan banyak ditemukan di kawasan Yogyakarta, Solo, dan daerah lain di Jawa Tengah. Semula diproduksi dan dijual sebagai menu sarapan pagi, tapi kemudian berkembang menjadi camilan pendamping aktivitas harian.

Cara pembuatan arem-arem sangat mudah, nasi setengah matang, hasil pengaronan dengan santan, dilumatkan kasar agar mudah saat dibungkus nasi pisang. 

Nasi aron yang telah dilumat kasar diisi sambal goreng, kemudian dibentuk dan dibungkus daun pisang kapok, sebelum akhirnya dikukus dengan menggunakan steamer/kukusan selama kurang lebih 60 menit.

Lontong

Apa beda arem-arem dan lontong? Biasanya pedagang mempermudah penjelasan dengan mengatakan arem-arem adalah ‘lontong isi’. Namun jika dikupas banyak perbedaannya, mulai dari tujuan pembuatannya, arem-arem dibuat untuk mempermudah penikmatnya.

Cukup mengonsumsi satu buah lontong isi, maka kebutuhan akan karbohidrat, protein dan sayuran pun terpenuhi.

Sedangkan lontong dibuat sebagai pendamping masakan, seperti sayur labu (lontong sayur), laksa, lotek, gorengan dan masih banyak lagi. Karena merupakan pendamping masakan, saat pengaronan hanya dengan air bukan santan seperti arem-arem, agar rasanya enggak magtig/enek.

Cara memasaknya juga berbeda, paska dibungkus daun pisang, lontong direbus dalam panci berisi air, kurang lebih selama 2 jam.

Dari satu web saya mendapat guyonan tentang lontong yang katanya merupakan adegan ‘Limbukan’. Gini percakapannya:

  • T: “Apa bedanya tempe dan lontong?”
  • J: “Bedanya, kalau tempe dimasukkan ke lontong, jadinya arem-arem. Nah, kalau lontong dimasukkan ke tempe, jadinya merem-merem.”

Ayo ngguyu …..😀😀

Kemungkinan besar lontong dan arem-arem merupakan Bahasa Sunda, karena di tatar Sunda. lontong tanpa isi dikenal sebagai ‘Leupeut’.

Lemper

Ternyata lemper merupakan singkatan yang punya arti lho, yaitu  “Yen dielem atimu ojo memper” (Bahasa Jawa). Jika ditranslate artinya kurang lebih: “Ketika dipuji,  jangan sombong atau membanggakan diri”

Benarkah? Entahlah, kita emang punya kebiasaan menghubungkan atau mencari kemungkinan singkatan ini dan itu. Sebab lemper tidak hanya milik orang Jawa, penduduk Parahyangan juga mengenal lemper.

Bedanya, orang Jawa biasa membungkus lemper dengan daun pisang kemudian mengukusnya (gambar di atas saya ambil dari blog dyahdidi.com, food blogger yang bermukim di Semarang.

Sedangkan di tanah Pasundan, sesudah dibungkus pisang lemper tidak dikukus lagi karena lemper sudah matang. Jadi lemper dikemas cantik dengan daun pisang, kemudian dibalut plastik agar lemper tidak kering. 

Persamaannya, kedua macam lemper terbuat dari beras ketan putih yang telah dikukus matang. Isinya pun sama, yakni tumisan daging sapi/daging ayam dengan bumbu bawang, kemiri dan ketumbar. Di kemudian hari, untuk menekan biaya produksi, isi lemper diganti abon agar lemper bisa dijual dengan harga murah.

Ketupat

Ternyata ketupat gak hanya muncul di hari raya Lebaran. Paling tidak di Jawa Barat, ketupat dibutuhkan untuk membuat panganan seperti ‘Kupat Tahu’, street food yang sangat terkenal. 

Saya punya kenangan manis tentang ketupat. Setiap menjelang lebaran, saya selalu menelpon almarhum ibunda tentang cara membuat ketupat. Hihihi setiap tahun bikin ketupat, tapi setiap tahun selalu lupa.

Sesudah ibunda tiada, baru nempel deh ingatan tetang resepnya, yaitu:

  • Cuci bersih selongsong ketupat, kemudian tiriskan.
  • Isi selongsong ketupat dengan beras yang sudah dicuci bersih. Jika ingin ketupat agak lembek (kesukaan anak-anak saya sewaktu masih kecil), isi 1/3 selongsong ketupat dengan beras, dan isi ½ nya apabila menyukai isi ketupat yang padat dan keras.
  • Rebus ketupat dalam air mendidih selama 5-6 jam. Perhatikan airnya, ketupat harus terendam seluruhnya di dalam air rebusan.
  • Bila telah matang, angkat dan tiriskan dengan cara menggantung ketupat.

Buras

“Ini masakan khas Makassar: buras dan coto makassar” kata seorang kerabat seraya menyodorkan hidangan makanan mirip lontong diikat rafia, serta semangkuk sayur daging.
Buras? Wah kok mirip leupeut atau lontong di tanah Pasundan? Bedanya buras urang Sunda hanya diikat 2 kali sedangkan buras-nya orang Makassar dibelat-belit dengan cara khas.

Namun ada kesamaannya, yaitu dimasak setengah matang/diaron dengan santan cair, kemudian dibungkus daun pisang, diikat tali rafia (sebagai pengganti lidi) dan terakhir direbus air mendidih selama 3 jam.

 

beda arem-arem, lontong, lemper, ketupat dan buras


Resep Arem-arem Mie yang Gurih dan Nagih

Gagal masak nasi? Setelah rice cooker jadi peralatan yang wajib ada di dapur, kayanya gak ada lagi cerita tentang gagal masak nasi ya? Tentu saja kecuali lupa ceklelin tombol memasak.

Salah satu penyebab gagalnya pembuatan nasi adalah sewaktu mengaron beras. Airnya harus pas, dan agar proses memasak berlanjut tuntas, jangan lupa menutup panci setelah proses mengaron selesai. 

Ribet ya? Karena itu senang rasanya ketika melihat video tentang arem-arem mie. Setelah mencoba berbagai resep, mulai dari isiannya di tengah mirip lontong isi, hingga isian dicampur dengan mie-nya, akhirnya dapatlah resep arem-arem mie sebagai berikut:

 

maria-g-soemitro.com


Resep Arem-arem Mie

Bahan-bahan

  • 200 gram mie telur atau 3 bungkus mie istan
  • 1 bungkus santan instan
  • 2 buah telur kocok rata.
  • 10 buah cabe rawit merah potong dua (boleh diskip)
  • Daun pisang untuk membungkus
  • Tusuk gigi untuk menyemat arem-arem

Bahan Isian :

  • 100 gram daging ayam cincang
  • 200 gram wortel, potong dadu
  • 100 gram kentang, potong dadu
  • 200 gram jamur, cincang kasar (boleh diskip)
  • 5 bawang merah iris halus
  • 3 bawang putih iris halus
  • Secukupnya daun bawang, iris halus
  • 2 bumbu mie instan atau bumbu sesuai selera: secukupnya garam, merica dan penyedap.

Cara Membuat

  1. Rebus mie telur/mie instant selama 2-4 menit, angkat, tiriskan, masukkan sedikit garam dan merica, aduk rata, sisihkan.
  2. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga beraroma harum. Tambahkan wortel dan kentang, jamur dan sedikit air, masak hingga setengah matang.
  3. Tambahkan daging ayam cincang, aduk rata. Masukkan bumbu-bumbu, aduk rata. masak sampai rata dan tumisan mongering.
  4. Dalam suatu wadah masukkan mie rebus, tumisan daging sayur, santan, kocokan telur dan irisan bawang daun, aduk rata.
  5. Siapkan daun pisang, masukkan 2 sendok makan mie, sisipkan cabai rawit jika suka, gulung, padatkan, kemudian semat dengan tusuk gigi. Lanjutkan hingga selesai.
  6. Jerang steamer/kukusan sampai air mendidih, kukus gulungan arem-arem mie selama 25 – 30 menit. Angkat. Tunggu dingin. Sajikan.

Baca juga:
Sambal Cumi, Sambal Cabai Hijau, Nampol Pedasnya Bikin Habis Nasi Sebakul!

Moussaka, Hidangan Lezat dari Negara Para Dewa


sumber gambar:

lontong: kompas.com

lemper: diahdidi.com

ketupat: fimela.com

buras: kompas.com



16 comments

  1. Penggemar arem arem merapaaatttt 💪 aku dimanjakam dgn banyaknya bakul kue basah d Sby
    Banyak yg jual arem2, jd hingga detik ini, saya blm pernah praktik bikin jugaa, baik yg bahan beras ataupun mie

    ReplyDelete
    Replies
    1. omaygat kuliner Surabaya mah gak ada duanya
      Kalo bisa beli kenapa harus bikin ya? :D

      Delete
  2. Alhamdulillah pernah mencoba kuliner arem-arem, mengunakan lontong juga saat itu. Kuahnya bersantan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hah berkuah? Pasti gak baca tulisan saya di atas nih :D

      Delete
  3. Saya tuh agak susah ngaron nasi, pakai magicom yg sama aja kadang masih suka kelembekan atau keras, padahal berasnya dan takaran airnya jg sama aja.

    Setuju sama mbak Nurul, arem2 doyan tapi lebih mudah beli dibandingkan bikin.
    Cuma yg mie ini kelihatannya gampang dan teksturnya pas jadi tuh padet dan malah cantik, bikin penasaran mau coba buat sendiri jg

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi iya kalo ribet mah mending beli, apalagi kalo beli kan kita bisa beli banyak camilan

      Delete
  4. Kalau orang tuaku dulu nyebut seperti ini "pesor" kadang isinya oncom kadang polosan. Dulu suka banget buat bekel klo piknik bareng2.
    Tapi beneran baru tau sih bikin bahan bakunya mie telor

    ReplyDelete
  5. Saya dulu biasa dibekali Ibu arem-arem kalau bepergian jauh. Kalau laper tinggal lhep, bikin kenyang dan berasa mantapnya darena ada isiannya. Memang kalau masih amatir mbungkusnya bakal pating pletot...ga bisa rapi hihi. Itu juga alasan saya belum pernah bikin sendiri (padahal ya mager aja haha)
    Btw, arem-arem mienya menggoda nih Ambu, kelihatan gurih dan bikin nagih ini. Wah, ada ayam, jamur, sayuran, lengkaap...Makasih resepnya.

    ReplyDelete
  6. Siang ambu, aku tahu arem-arem sudah sekitar 5 tahun yang lalu. Eh ternyata arem-arem enak banget ya, gurih dibanding lontong / lemper aku paling suka arem-arem. Tapi untuk arem mie belum pernah coba
    Salam: Dennise Sihombing

    ReplyDelete
  7. Aku pernah nyicip arem arem mie bikinan tetangga, Ambu. Awalmya bingung rasanya agak aneh karena biasa makan arem arem nasi. Tapi pas dimakan ya habis juga. Hehe.

    Menurutku rasanya tetep enak asal bumbunya pas, jadi isinya juga menentukan cita rasanya ya.

    ReplyDelete
  8. Wah daku bagian makan arem-arem aja pernahnya hehe.
    Apalagi kalau urusan bikinnya bungkus pakai daun pisang, itu suka keblinger daku bikinnya dong Ambu hihi.
    Mungkin karena gak biasa ya.

    ReplyDelete
  9. Wah orem orem dari mie. Baru tahu saya. Penasaran nih sama rasanya. Kayaknya enak

    ReplyDelete
  10. Wah ini ide bekal yang unik ya Ambu
    Enak juga kalau arem arem dari mie
    Pas kalau buat bekal yang praktis
    Kapan kapan mau coba buat di rumah ah

    ReplyDelete
  11. Arem-arem ini praktis yaa, Ambu.. sekali hap, karbo, protein, dan nutrisi lain bisa ikutan masuk.
    Seneng banget bisa dapat resep bikin arem-arem yang gurih. Karena ternyata jenisnya pun bisa disesuaikan sesuai mood, hehhe.. kalau di Jogja, pasti rasanya jadi cenderung manis.

    ReplyDelete
  12. Praktis banget bikinnya.. udah praktis, enak lagi, lengkap deh pokoknya :D
    Otw nyobain arem arem pakai mie nih, bisa buat ngisi perut di waktu darurat

    ReplyDelete
  13. jujur aja, saya baru tahu arem-arem ini saat baca tulisan ini loh, Mba. Selama ini tahunya hanya ketupat, buras dan lontong aja, hehehe

    ReplyDelete